Jakarta, kpu.go.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arif Rahman Hakim melantik dua Pejabat Eselon II/a dan satu Pejabat Eselon II/b melalui Keputusan Sekjen KPU RI Nomor: 455/Kpts/Setjen/TAHUN 2017, tanggal 4 Juli 2017, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II Pada Sekretariat Jenderal KPU, Kamis (6/7).
 
Pejabat yang dilantik yakni, Sigit Joyowardono sebagai Kepala Biro Hukum, Nur Syarifah sebagai Kepala Biro Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, serta Sri Parkhatin sebagai Wakil Kepala Biro Umum. Pelantikan tersebut berlangsung di ruang sidang utama kantor KPU RI, Menteng, Jakarta.
 
Dalam sambutannya, Sekjen KPU RI, Arif Rahman Hakim mengatakan, pelantikan tersebut merupakan langkah awal untuk mengatur SDM dan struktur kelembagaan KPU. Arif menjelaskan, guna melakukan penataan itu, Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU selanjutnya akan melakukan lelang terbuka untuk jabatan eselon II/b, serta melakukan proses mutasi dan promosi bagi pejabat eselon 3 di  lingkungan Setjen KPU RI.
 
“Proses ini merupakan rencana penataan SDM Sekretariat Jenderal KPU yang akan kami laksanakan dalam beberapa tahap. Berikutnya, nanti akan kami isi Eselon II/b pada biro-biro yang memang tugas dan fungsinya mendesak untuk segera dilengkapi. Nanti juga akan ada promosi dan mutasi beberapa pejabat eselon 3,” papar Arif.
 
Arif menambahkan, proses lelang jabatan untuk mengisi pejabat eselon II/b tersebut akan dibuka untuk posisi wakil kepala biro keuangan, wakil kepala biro perencanaan dan data, serta wakil kepala biro hukum.
 
“Diantaranya akan dilakukan lelang jabatan wakil kepala biro keuangan, wakil kepala biro perencanaan dan data, serta wakil kepala biro hukum,” kata dia.
 
Arif memaparkan, proses tersebut direncanakan akan rampung paling lambat bulan Agustus mendatang. “Ini prosesnya akan kami lakukan paling lambat awal bulan Agustus harus sudah terisi semuanya,” terang Arif.
 
Tingkatkan Kedisiplinan
 
Dalam kesempatan tersebut, Arif juga mengingatkan seluruh pejabat di Setjen KPU RI untuk melakukan pembinaan kepada seluruh staf di masing-masing unit kerja yang dipimpinnya.
 
Arif menjelaskan, seorang pimpinan setidaknya harus menjalankan dua fungsi pembinaan kepada stafnya. Diantaranya fungsi pembinaan kompetensi, dan pembinaan kedisplinan.
 
“Untuk jabatan ini, (kepala biro & wakil kepala biro) dan jabatan struktural lainnya juga melekat fungsi sebagai pembina. Pembina kompetensi teknis kepegawaian di masing-masing unit kerjanya dan pembinaan kinerja seluruh stafnya,” ujarnya.
 
Oleh karenanya, Arif meminta pejabat struktural untuk dapat memperhatikan dua fungsi tersebut secara baik.
 
“Jadi jangan sampai ada yang tidak bertanggungjawab pada kemampuan teknis staf nya. Jangan sampai ada atasan yang membiarkan stafnya tidak masuk kantor lebih dari 1 hari tanpa ijin. Ini tidak boleh. Jadi mohon benar-benar diperhatikan,” pesan dia.
 
Ia beranggapan, kontrol tersebut perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan KPU. Sebaliknya, Arif mengatakan bahwa hal tersebut boleh saja diabaikan jika jajaran KPU menginginkan salah satu lembaga penyelenggara pemilu ini dipandang sebelah mata oleh pihak lain.
 
“Ini perlu apabila kita sama-sama ingin KPU ini menjadi lembaga yang lebih maju. Tapi kalau kita ingin KPU menjadi lembaga yang tidak membanggakan kita semua, ya diabaikan saja apabila ada staf-staf kita yang tidak melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya,” tandas Arif.
 
Karena pentingnya fungsi pembinaan tersebut, Arif mengungkapkan, dirinya akan memberikan sanksi kepada pejabat struktural apabila para staf nya kedapatan melakukan tindakan indisipliner saat menjalankan tugas kedinasan.
 

"Konsekuensinya apabila ada staf yang tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya maka yang akan dikenai sanksi adalah atasan langsungnya," pungkas dia.

 

 

 

Sumber: kpu.go.id

Kontak Kami

 

 
Telp : (0351)3630005
 

 

 
Jl. Raya Madiun Ponorogo No. 46
Kecamatan Geger Kabupaten Madiun
Kode Post : 63171
 

 

 
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Statistik Pengunjung